Tampilkan postingan dengan label Senyum Langit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senyum Langit. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2015

Dua Jam

10 Komentar


Sebuah perbincangan yang renyah, yang hampir dituntaskan kurang lebihnya dua jam dalam telephon.

Mengenai sebuah perjalanan widdunya wal akherat oleh muda-mudi yang haus akan Rahmat Rabb-nya. Terima kasih. Semoga ALLAH SWT selalu merahmatimu, wahai sahabat sekaligus saudara terbaikku.

Sabtu, 21 Desember 2013

Pesan Kepada Langit Tentang Manusia Kepiting

20 Komentar

Hai langit, apa kabar?

Lama tak menyapamu disetiap jengkal jejak peradaban.

Maaf, bumi akhir-akhir ini selalu membuatku sibuk diri hingga terlalu lama menjedamu. Kau tahu, sudah lama rasanya ku merindukan senjamu. Apa kabar dengannya? Masihkah sama pada pertengahan Oktober bulan lalu? Ah, sudah dua bulan rupanya aku tak menikmatinya.

Jumat, 13 September 2013

Segerombolan Anjing Penjilat Yang Melipat Gandakan Wajahnya Menjadi Ratusan

15 Komentar

Apa-apa yang disebut dengan dan mengatasnamakan kebaikan belum tentu sebaik sebagaimana penafsirannya. Juga mengenai apa-apa yang selalu –mungkin kerap– dihujat dengan menyebutnya sebagai keburukan, juga belum tentu seburuk sebagaimana yang ditafsirkan pula. Maka, berhati-hatilah kiranya kalian dalam menggunakan teori interpretasi.

Rabu, 07 Agustus 2013

Malam Takbiran Kali Ini, Kembali Ku Merindukanmu, Wahai Bapak!

2 Komentar

“Bahwa hidup itu sekedar bertamu, dan ruh adalah pinjaman. Tamu pastilah akan pulang, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan..”
-Rose Dian Jaianti-


"Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar..
Laa Ilaaha Ilallahu Wallahu Akbar..
Allahu Akbar Wa Lillahil-hamd.."

Suara takbiran telah di kumandangkan oleh seluruh umat muslim di seluruh penjuru belahan bumi. Tak terasa sudah sebulan kita telah menunaikan ibadah puasa di bulan suci ramadhan. Melakukan berbagai kewajiban dan sunah-sunah mulia-Nya yang tidak biasa kita lakukan di bulan-bulan biasa, seperti; puasa, membayar zakat, shalat tarawih, tadarusan, sahur, dan lain sebagainya. Dan kini, hari kemenangan telah tiba. Ada perasaan haru, bahagia, juga bercampur sedikit sedih didalamnya.

Jumat, 19 Juli 2013

Resep Hati

12 Komentar

Manusia mana yang tidak pernah merasakan jatuh hati? Ya, hampir semua dari umat manusia pernah merasakan perasaan istimewa itu. Sebab perasaan mencintai dan dicintai adalah perasaan fitrah seseorang. Namun pada situasi dan kondisi tertentu, ada perasaan jatuh hati dimana dapat membawa seseorang ke dalam perasaan yang cukup memilukan. Sebuah perasaan yang dapat membawa diri tersiksa sedemikian rupa hingga tak menghiraukan lagi cinta dari orang-orang disekitar. Sebuah rasa yang dapat menciptakan kegalauan (keragu-raguan) berkepanjangan dan dapat menumbuhkan rasa pesimistik. Sebuah rasa yang kerap menghadirkan air mata dan membiarkan diri menderita tanpa sebab. Dan sebuah rasa yang dapat merapuhkan iman seseorang serta dapat menghalalkan berbagai cara agar bisa mendapatkannya. Jika keadaannya seperti demikian, apa hal macam ini layak disebut cinta?

Rabu, 05 Juni 2013

Nikmat Tuhan! :)

2 Komentar


Hai, semesta..

Ingin sekali merangkulmu kali ini dengan semangat menyala-nyala. Mengabarkan pada semesta alam akan milyaran Nikmat Tuhan. Merasa beruntung, sebab berkali-kali berkesempatan dimanja-Nya pada setiap kegetiran.

Ketika semesta mengijinkan untuk merangkul setiap kebaikan-kebaikan yang berserakan, dari ketidaknyamananlah muasalnya. Ketika semesta mengamini setiap tetes peluh para peramu kebaikan, meski tak ada soal tagihannya. Ketika semua takdir Tuhan yang dirasa begitu menakjubkan, melalui dinamika kesabaranlah prosesnya. Sungguh, semata karena ridho-Nya.

Senin, 03 Juni 2013

Manusia Laba-Laba dan Gradasi Langit Senja

2 Komentar

"Bahwa senyuman terakhir di ujung usiamu adalah obat dari segala obat yang ditakdirkan-Nya sebagai pemulih untuk membersamai semangat yang kau wariskan"
-Rose Dian Jaianti-

Berada di atas genteng rumah adalah kebiasaan yang kerap dilakukan pada saat sore hari. Ritual ini biasa saya lakukan hanya untuk menikmati guratan kuas Tuhan pada kanvas-Nya yang menghasilkan warna jingga kemerahan. Ya, menikmati senja sambil berdialektik pada semesta alam. Mengenai apa saja, apa saja yang berkecamuk dalam benak. Mungkin hanya udara, angin, awan, dan langit yang akan mengerti perdebatan hangat ini. Juga burung-burung gereja yang biasa melintas di depan mata yang seakan memamerkan kemesraan mereka. Ini adalah salah satu ritual ‘asyik’ yang saya sukai. Menikmati kejujuran alam, saat manusia-manusia bertopeng menekuk wajahnya menjadi ratusan.

Sabtu, 01 Juni 2013

Sapa Langit

4 Komentar

Hai, bagaimana kabar kepakanmu disana? Semoga kesehatan dan kemuliaan selalu menyertai setiap tindak tandukmu.

Lelahkah kau dalam jejak kemanusiaanmu? Semoga selalu terselip semangat yang menyala di tiap tetesan peluhmu, meski hanya sekerdip bara lilin.

Hello!

Kamu Pengunjung Ke :

Rose Dian Jaianti. Diberdayakan oleh Blogger.

Paling Sering Dilihat

Welcome..

Hai, Selamat datang!

Selamat menikmati beragam gradasi warna yang dipancarkan oleh langit..


Resapi warnanya, nikmati pesonanya, dan tersenyumlah! :)

Selamat menikmati..
*\(^O^)/*

 

Gradasi Senyum Langit Design by Insight © 2009