Tampilkan postingan dengan label Personal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Personal. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2015

Dua Jam

10 Komentar


Sebuah perbincangan yang renyah, yang hampir dituntaskan kurang lebihnya dua jam dalam telephon.

Mengenai sebuah perjalanan widdunya wal akherat oleh muda-mudi yang haus akan Rahmat Rabb-nya. Terima kasih. Semoga ALLAH SWT selalu merahmatimu, wahai sahabat sekaligus saudara terbaikku.

Minggu, 26 Januari 2014

Kamu Ada

12 Komentar

Hai, apa kabar?

Baik? Kurang baik? Tidak baik? Atau pura-pura sedang baik? Baiklah, pada akhirnya kamu sendiri nantinya yang akan lebih paham interpretasimu bagaimana.. :)

Sudah lama rasanya tak membagikan perjalanan beberapa waktu belakangan ini. Lama tak mengabadikan kejadian-kejadian yang dilalui berhari-hari, atau lebih tepatnya setiap hari. Juga, mengenai bagaimana –ehmm– mengkajimu lewat aksara.

Rabu, 23 Oktober 2013

PR Terbesar Abad Ini

38 Komentar

Bukan kewajiban, bukan pula keharusan yang musti disanggupi jawabannya. Akan nampak berat manakala dijadikan beban jika mengingat sifat manusia yang sangat beragam, maka hanya cukup berbekal kesadaran saja. Namun bukan manusia namanya jika bukan makhluk pelupa. Maka biarkan ini menjadi PR baginya, bagi mereka, dan bagi kita –terlebih bagi saya–! (-__-“)

Sabtu, 05 Oktober 2013

Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga!

25 Komentar


“Pikirkan, putuskan, dan lakukan! Karena Tuhan tidak akan pernah membiarkan para hamba-Nya dalam kesesatan yang nyata kecuali mereka tidak mau berusaha dan mendekati-Nya..”
–Rose Dian Jaianti–

Bukan sekedar tentang keputusan iya atau tidak. Bukan hanya sekedar zona hitam dan putih. Benar kata, bahwa hidup musti punya alur, punya tujuan. Dan akan selalu ada desakan manakala berkutat pada zona abu-abu. Yaaah, itu wajar.

Senin, 09 September 2013

Lepas, Bebas, Plong!

4 Komentar

Apa pernah tubuh kalian terasa seperti terlilit rantai besi selama menahun dan membuat diri kalian sulit sekali bernafas lega, padahal kalian tahu bahwa tubuh kalian baik-baik saja?

Apa pernah tubuh kalian terasa terhimpit di tengah-tengah sebuah pintu gua yang sempit, gelap, dan pengap selama milyaran waktu dan membuat diri kalian kerap kali kehabisan oksigen, padahal kalian tahu bahwa tubuh kalian memiliki ruang gerak tanpa batas?

Kamis, 01 Agustus 2013

Kecanduan Lost-nya Michael Buble

2 Komentar

I can’t believe it’s over I watched the whole thing fall
And I never saw the writing that was on the wall
If I’d only knew the days were slipping past
That the good things never last that you were crying

Jumat, 12 Juli 2013

Bukan Sekedar Petasan

16 Komentar

Hei, Apapun pilihanmu, yang terpenting kau musti punya sikap, komiten dan tanggung jawab atas apa-apa yang sudah terpilah. Termasuk konsekuensinya. Dan yang terpenting, kau musti jujur bahwa semua yang kau lakukan adalah dengan niat yang benar, tujuan yang baik, dan dengan cara yang baik pula.

Sabtu, 06 Juli 2013

Dialektik Malam

17 Komentar

“Ini malam sudah tahu seperti apa bagaimana musti berlarut. Tapi kenapa kau masih saja menanya soal pekat yang diumpat gelap?” Tanya diri pada jiwa.

“Hai diri, jiwa hanya ingin menikmati bagaimana ini malam. Kau tidak lihat bagaimana di luar sana. Jauh, teramat jauh dengan duniamu yang selalu dikungkung malam. Mereka begitu menikmatinya. Menjilati setiap serpihan malam di bawah lampu-lampu kota barang berselimut angin. Dan kau, kau selalu beradu dengan malam demi malam berdindingkan buku-buku, internet, musik klasik, hingga acara macam kocok perut di balik layar tancap. Bodoh, kau tak ingin merasakan kebebasan macam itu, hah? Memberi tema pada malam-malam minggumu yang tak pernah berjudul..” Gerutu jiwa pada diri.

Rabu, 03 Juli 2013

Mendoakanmu adalah caraku memelukmu dari jauh, Bapak!

3 Komentar

"Sebab hanya dengan doa adalah salah satu bentuk bakti seorang anak terhadap orang tuanya yang sudah tidak ada lagi di semesta alam ini. Karena dengan mendoakanmu adalah caraku memelukmu dari jauh, Bapak.."
-Rose Dian Jaianti-

Tak seperti biasanya, sekilas kau hadir dalam mimpi. Sudah lama memang kau tak pernah menyapaku dalam bunga tidur. Begitu juga dengan ku, sudah cukup lama tak merengek karena rerindu. Aku yang terlalu sibuk dengan duniaku sudah mulai lupa bagaimana musti membasahi pipi ini karena kenangan kita. Aku yang terlalu sibuk dengan pergerakanku untuk membersamai semangat yang kau wariskan, sudah (merasa) lupa untuk mengembik karena kesakitan. Aku memang lupa. Atau lebih tepatnya sengaja untuk menjadi seorang pelupa. Dan aku berhasil. Berhasil untuk selalu tersenyum, tertawa, dan bergerak semampu tubuh ini digerakkan untuk menghidupi banyak hal agar kau disana merasa bahagia.

Senin, 03 Juni 2013

Manusia Laba-Laba dan Gradasi Langit Senja

2 Komentar

"Bahwa senyuman terakhir di ujung usiamu adalah obat dari segala obat yang ditakdirkan-Nya sebagai pemulih untuk membersamai semangat yang kau wariskan"
-Rose Dian Jaianti-

Berada di atas genteng rumah adalah kebiasaan yang kerap dilakukan pada saat sore hari. Ritual ini biasa saya lakukan hanya untuk menikmati guratan kuas Tuhan pada kanvas-Nya yang menghasilkan warna jingga kemerahan. Ya, menikmati senja sambil berdialektik pada semesta alam. Mengenai apa saja, apa saja yang berkecamuk dalam benak. Mungkin hanya udara, angin, awan, dan langit yang akan mengerti perdebatan hangat ini. Juga burung-burung gereja yang biasa melintas di depan mata yang seakan memamerkan kemesraan mereka. Ini adalah salah satu ritual ‘asyik’ yang saya sukai. Menikmati kejujuran alam, saat manusia-manusia bertopeng menekuk wajahnya menjadi ratusan.

Rabu, 05 Desember 2012

Engkau lah Cinta Pertamaku, Wahai Bapak!

8 Komentar

"Bahwa suatu kepergian adalah pelajaran hidup tanpa kamus.."
– Rose Dian Jaianti –

Pagi ini matahari nampak malu mengkiblatkan wajahnya, karena semalam hujan menamukan dirinya sepanjang petang dan berhenti saat subuh menjelang. Seperti biasa, kicau burung tetangga terdengar nyaring saling bersautan, seakan mengigil karena kedinginan. Kali ini saya juga mengamini apa yang dialami burung-burung itu, bahwa memang cuaca di luar cukup dingin pagi tadi. Juga semerbak bau tanah basah yang membuatku sadar betapa murahnya nikmat yang selalu diberikan-Nya yang tak terhingga ini. Dan tiba-tiba saja perempuan mulia dalam hidup yang menjadikan ku manusia berseru lembut, “Hari ini tanggal 5 Desember, tepat setahun yang lalu bapakmu meninggal”. –jleeebb!– Sontak saya tercengang seketika. Bagaimana tidak, tanggal itu merupakan bagian dari hari bersejarah dalam hidup.

Hello!

Kamu Pengunjung Ke :

Rose Dian Jaianti. Diberdayakan oleh Blogger.

Paling Sering Dilihat

Welcome..

Hai, Selamat datang!

Selamat menikmati beragam gradasi warna yang dipancarkan oleh langit..


Resapi warnanya, nikmati pesonanya, dan tersenyumlah! :)

Selamat menikmati..
*\(^O^)/*

 

Gradasi Senyum Langit Design by Insight © 2009