Tampilkan postingan dengan label Refleksi Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi Diri. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2015

Dua Jam

10 Komentar


Sebuah perbincangan yang renyah, yang hampir dituntaskan kurang lebihnya dua jam dalam telephon.

Mengenai sebuah perjalanan widdunya wal akherat oleh muda-mudi yang haus akan Rahmat Rabb-nya. Terima kasih. Semoga ALLAH SWT selalu merahmatimu, wahai sahabat sekaligus saudara terbaikku.

Sabtu, 28 Desember 2013

Petuah

13 Komentar

Beberapa waktu lalu pada suatu siang, di sebuah kediaman sederhananya, dengan pakaian ala kadarnya, dan senyum khas ramah-tamahnya, lagi-lagi setiap petuahnya bagai sebuah buku, yang memberi ilmu tanpa tahu siapa yang memanutnnya, menyisakan pesan pada setiap yang menyentuhnya.

Rabu, 23 Oktober 2013

PR Terbesar Abad Ini

38 Komentar

Bukan kewajiban, bukan pula keharusan yang musti disanggupi jawabannya. Akan nampak berat manakala dijadikan beban jika mengingat sifat manusia yang sangat beragam, maka hanya cukup berbekal kesadaran saja. Namun bukan manusia namanya jika bukan makhluk pelupa. Maka biarkan ini menjadi PR baginya, bagi mereka, dan bagi kita –terlebih bagi saya–! (-__-“)

Sabtu, 05 Oktober 2013

Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga!

25 Komentar


“Pikirkan, putuskan, dan lakukan! Karena Tuhan tidak akan pernah membiarkan para hamba-Nya dalam kesesatan yang nyata kecuali mereka tidak mau berusaha dan mendekati-Nya..”
–Rose Dian Jaianti–

Bukan sekedar tentang keputusan iya atau tidak. Bukan hanya sekedar zona hitam dan putih. Benar kata, bahwa hidup musti punya alur, punya tujuan. Dan akan selalu ada desakan manakala berkutat pada zona abu-abu. Yaaah, itu wajar.

Kamis, 03 Oktober 2013

Angkat Dagu!

8 Komentar

Lalu apa kiranya yang bisa dibanggakan dari seonggok daging yang asal-muasalnya dari air hina yang kemudian diamanahkan menjadi khalifah di semesta alam ini jika tidak untuk berbuat kebaikan dan mencegah kepada keburukan?

Dan apa kiranya pula yang dibanggakan dari diri yang begitu papa ilmu dan iman, sementara nafsu selalu menyeru untuk mengangkat dagu dan membeberkan segala tetek bengek yang sebenarnya –kalau mau sadar– tak ada hak apapun didalamnya, melainkan ‘hanya sebatas amanah’? 

Selasa, 01 Oktober 2013

Mulutmu Harimaumu!

19 Komentar

Sebagai makhluk sosial, tentu manusia tidak lepas dari interaksi dengan sesama. Siang dan malam kita pasti bertutur kata. Tak satu pun manusia yang bisa hidup tanpa berbicara.

Berbicara merupakan media utama dari seluruh proses interaksi sosial. Baik dan buruknya proses interaksi sosial salah satunya dipengaruhi oleh bagaimana kita bertutur kata. Karenanya, agar apa yang kita ucapkan tidak menjadi boomerang bagi diri sendiri, terlebih-lebih membahayakan orang lain baik di dunia maupun di kehidupan kelak, kita musti cermat dalam berbicara.

Senin, 23 September 2013

Yuks Kita Sholat! :)

6 Komentar

“Sayang sungguh sayang, kaya-kaya tidak sholat. Nabi Sulaiman lebih kaya. Tapi dia sholat. Sayang sungguh sayang, ganteng-ganteng tidak sholat. Nabi Yusuf lebih ganteng, tapi dia sholat. Sayang sungguh sayang, cantik-cantik tidak sholat. Siti Aisyah r.a lebih cantik, tapi dia sholat..”

Sabtu, 21 September 2013

Melewati Labirin Saat Musim Pancroba Tiba

4 Komentar

Dalam peradaban sejarah umat manusia, tidak ada seorang pun yang tidak pernah mengalami masalah dalam hidupnya. Sangat bohong jika manusia tidak pernah terpuruk karena merasa kehilangaan, perpisahan, kegagalan, kesedihan, terabaikan, dan lain sebagainya.

Jumat, 16 Agustus 2013

Bersemangatlah, Para Marhaen!

8 Komentar

Beberapa tempo waktu yang lalu, tanpa direncanakan, takdir membawa diri untuk berkesempatan bertemu dengan petani-petani desa yang luar biasa. Sebut saja dusun Torpong, sebuah dusun yang terletak di Desa Batonaong, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan – Madura. Mayoritas penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani. Namun selama menginjakkan kaki di Desa ini, tak pernah saya jumpai alat pertanian berupa traktor untuk mempermudah para petani dalam menggarap sawahnya. Semuanya serba tradisional. Para petani biasa menggunakan cangkul dan sapi-sapi mereka untuk menggantungkan hidup. Maka jangan heran, jika di setiap pemukiman masyarakat pedesaan di Madura, akan sering kalian jumpai kandang sapi lengkap dengan sapi-sapinya. Karena dengan hewan-hewan ternak inilah biasanya para petani menggantungkan hidupnya.

Rabu, 14 Agustus 2013

Bercermin Pada Bunga Matahari

8 Komentar

Saya kerap mengidentikkan matahari dengan semangat yang menyala-nyala. Tak peduli orang lain memberikan interpretasi lain terhadapnya. Namun bagi saya, matahari adalah semangat pagi, dan semangat pagi adalah matahari. Hmmph...ya, begitulah. Begitu juga dengan bunga matahari. Secara substansi objektif, keduanya sangat jauh dari kata sama dengan. Namun di lain sisi, wujud bunga matahari secara kasat mata nampak menyerupai seperti titik pusat dalam sistem tata surya; matahari.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Gara-Gara Tidak Ikhlas!

4 Komentar

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “ Sesungguhnya tiga orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat, yaitu :

Pertama, seorang lelaki yang telah berjuang demi mencari mati syahid. Lalu dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sekiranya akan diperolehnya, sehingga dia pun dapat mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, “Apa yang telah kamu lakukan untuk mendpatkan itu semua?”. Lelaki itu menjawab, “Aku berperang di jalan-Mu sampai aku mati syahid”.

Rabu, 31 Juli 2013

Sebut Saja Nasehat Baik

14 Komentar

Hati-hati.. Kamu lebih baik dari dia.
“Tidak. Mungkin kedudukannya di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku. Tentu dia lebih baik dariku.”


Hati-hati.. Kamu lebih baik dari anak kecil itu.
“Tidak. Anak kecil itu belum bermaksiat kepada Allah, sementara diriku telah banyak bermaksiat kepada-Nya. Tentu anak kecil itu lebih baik dariku..”

Senin, 29 Juli 2013

Hati-Hati Dengan Hati

4 Komentar
Jika tak mampu mencintai, jangan pernah sentuh hati. Carilah hatimu di tiga tempat.


"Carilah hatimu sewaktu membaca Al-Qur'an. Jika tidak kau temui, maka carilah harimu ketika kau mengerjakan shalat. Jika tidak kau temui juga, carilah hatimu ketika kau sedang duduk bertafakur mengingat mati. Jika tidak kau temui juga, maka berdoalah kepada Allah, mintalah hati yang baru, karena hakikatnya pada saat itu kau tidak mempunyai hati.."
-Imam Al-Ghazali-

Minggu, 28 Juli 2013

Tidak Selamanya Rumput Tetangga Nampak Terlihat Lebih Hijau

12 Komentar

"Bahwa setiap ketetapan-Nya adalah baik, kalau pun ada yang buruk, itu adalah interpretasi seorang hamba yang tidak ridho atas ketetapan Tuhannya.."
-Rose Dian Jaianti-


Seringkali kita selalu menyematkan teori perbandingan dalam keberagaman hidup. Disadari atau tidak, justru dari perbedaan-perbedaan itulah variasi akan tercipta. Manusia selalu merasa bahwa dirinya tidak pernah terpuaskan oleh hasratnya. Padahal sejatinya hastrat itu letaknya di jiwa, bukan pada pandangan mata. Sebab jika pencapaian kepuasan selalu diasumsikan dengan kasat mata, maka dalam kamus hidup umat manusia, mereka tidak akan pernah menemukan kata puas. Ditambah lagi dengan sifat manusia yang memang tidak pernah terpuaskan.

Jumat, 26 Juli 2013

Sebenar-benarnya Petasan

2 Komentar

Bulan ramadhan cukup identik dengan acara sahur. Dan bahkan di sejumlah tempat partisipasi masyarakat sangat antusias untuk membantu membangunkan para warganya untuk ritual sakral macam ini. Bagi masyarakat di pedesaan seperti halnya di desa saya, para warga biasa melakukan ronda dengan berkeliling kampung sambil menabuhkan bunyi-bunyian sebagai petanda pengingat waktu sahur. Ritual ini biasa dilakukan oleh segerombolan bocah laki-laki dan para remaja.

Senin, 22 Juli 2013

Hiasan Lembah Emas

6 Komentar

Manusia tidak boleh melanggar tapal batas moralitas dan taqwa demi meraih keuntungan material. Sebab biasanya kecenderungan material timbul dari keserakahan yang tak terkendali. Manusia yang serakah memang tak pernah puas dengan kegelimangan harta dunia. Sama halnya seperti kobaran api yang siap menelan semua bahan bakar yang diberikan. Semuanya dilakukan tanpa sisa. Kalau pun ada, pasti yang ada hanya akan menyisakan seonggok abu dan arang.


Jumat, 19 Juli 2013

Resep Hati

12 Komentar

Manusia mana yang tidak pernah merasakan jatuh hati? Ya, hampir semua dari umat manusia pernah merasakan perasaan istimewa itu. Sebab perasaan mencintai dan dicintai adalah perasaan fitrah seseorang. Namun pada situasi dan kondisi tertentu, ada perasaan jatuh hati dimana dapat membawa seseorang ke dalam perasaan yang cukup memilukan. Sebuah perasaan yang dapat membawa diri tersiksa sedemikian rupa hingga tak menghiraukan lagi cinta dari orang-orang disekitar. Sebuah rasa yang dapat menciptakan kegalauan (keragu-raguan) berkepanjangan dan dapat menumbuhkan rasa pesimistik. Sebuah rasa yang kerap menghadirkan air mata dan membiarkan diri menderita tanpa sebab. Dan sebuah rasa yang dapat merapuhkan iman seseorang serta dapat menghalalkan berbagai cara agar bisa mendapatkannya. Jika keadaannya seperti demikian, apa hal macam ini layak disebut cinta?

Jumat, 12 Juli 2013

Bukan Sekedar Petasan

16 Komentar

Hei, Apapun pilihanmu, yang terpenting kau musti punya sikap, komiten dan tanggung jawab atas apa-apa yang sudah terpilah. Termasuk konsekuensinya. Dan yang terpenting, kau musti jujur bahwa semua yang kau lakukan adalah dengan niat yang benar, tujuan yang baik, dan dengan cara yang baik pula.

Minggu, 07 Juli 2013

Cukuplah Engkau saja!

8 Komentar

        Jiwa pernah bercerita kepada diri bahwa bukan surga yang dia pinta. Bukan berarti dia tidak tertarik pada surga-Nya serta dengan segala kenikmatan maha dahsyat yang ada di dalamnya. Hanya saja jiwa tidak mampu membayangkan tentang bagaimana keagungan dan indahnya wujud surga yang tidak ada duanya di semesta alam ini. Jiwa tidak sanggup menerka-nerka segala macam bentuk kenikmatan atas pemenuhan janji-janji-Nya terhadap keikhlasan taqwa para hamba sahaya. Bukan surga tujuannya. Bukan.

Sabtu, 29 Juni 2013

Mengikuti Arus Tanpa Musti Hanyut

4 Komentar

Manusia boleh saja menunggu. Namun bukan berarti mengendapkan diri dalam situasi dan kondisi yang stagnan. Ada saat dimana diri dihadapan dengan dilematis atas sesuatu yang diperjuangkan. Atau sederhanya, dipertahankan. Iya, mungkin agar tidak terlihat seperti mendramatisir ada baiknya menyebutnya dipertahankan. Ah, terserahlah mau menyebutnya apa. Yang diri peduli adalah bagaimana caranya untuk terus memperjuangkan (atau mempertahankan) suatu keinginan (yang diri anggap) mulia demi kemanusiaan agar suatu ketika dapat terealisasikan manakala suatu tekad yang menguat tadi; memperjuangkan.

Hello!

Kamu Pengunjung Ke :

Rose Dian Jaianti. Diberdayakan oleh Blogger.

Paling Sering Dilihat

Welcome..

Hai, Selamat datang!

Selamat menikmati beragam gradasi warna yang dipancarkan oleh langit..


Resapi warnanya, nikmati pesonanya, dan tersenyumlah! :)

Selamat menikmati..
*\(^O^)/*

 

Gradasi Senyum Langit Design by Insight © 2009