"Bahwa setiap ketetapan-Nya adalah baik, kalau pun ada yang buruk, itu adalah interpretasi seorang hamba yang tidak ridho atas ketetapan Tuhannya.."
-Rose Dian Jaianti-
Seringkali
kita selalu menyematkan teori perbandingan dalam keberagaman hidup. Disadari
atau tidak, justru dari perbedaan-perbedaan itulah variasi akan tercipta.
Manusia selalu merasa bahwa dirinya tidak pernah terpuaskan oleh hasratnya.
Padahal sejatinya hastrat itu letaknya di jiwa, bukan pada pandangan mata.
Sebab jika pencapaian kepuasan selalu diasumsikan dengan kasat mata, maka dalam
kamus hidup umat manusia, mereka tidak akan pernah menemukan kata puas. Ditambah
lagi dengan sifat manusia yang memang tidak pernah terpuaskan.