"Bahwa senyuman
terakhir di ujung usiamu adalah obat dari segala obat yang ditakdirkan-Nya
sebagai pemulih untuk membersamai semangat yang kau wariskan"
-Rose Dian Jaianti-
Berada di atas genteng rumah adalah
kebiasaan yang kerap dilakukan pada saat sore hari. Ritual ini biasa saya
lakukan hanya untuk menikmati guratan kuas Tuhan pada kanvas-Nya yang
menghasilkan warna jingga kemerahan. Ya, menikmati senja sambil berdialektik
pada semesta alam. Mengenai apa saja, apa saja yang berkecamuk dalam benak.
Mungkin hanya udara, angin, awan, dan langit yang akan mengerti perdebatan
hangat ini. Juga burung-burung gereja yang biasa melintas di depan mata yang
seakan memamerkan kemesraan mereka. Ini adalah salah satu ritual ‘asyik’ yang
saya sukai. Menikmati kejujuran alam, saat manusia-manusia bertopeng menekuk
wajahnya menjadi ratusan.





