Menjadi
pendengar baik tidak selamanya membosankan. Adakalanya kita juga dapat memetik
pelajaran berharga dari berbagai kisah yang dituturkan oleh lawan bicara kita.
Beberapa pekan belakangan ini justru dipercaya oleh beberapa orang—teman
dekat—untuk menjadi pendengar baik dari berbagai kisah mereka dan belajar
memahami tingkat emosi dari masing-masing individu. Kita tahu bahawasanya
setiap situasi dan kondisi dari masing-masing orang tidak lah selalu sama. Maka
dari itu, keberagaman tingkat emosi manusia pun juga sangat bervariasi.
Seketika merasa bahagia, sedih, galau, dan bahkan merasa hambar. Dan selama
menjadi pendengar setia mereka, ada sesuatu yang dapat saya pahami ketika kita
berada dalam emosi yang berbeda setiap waktunya.