“Orang tua mana yang tidak menginginkan anak-anaknya lahir dalam keadaan sempurna? Saudara mana yang tidak ingin melihat saudara sedarahnya tumbuh dan menjadi besar layaknya anak-anak normal pada umumnya?"
Pertanyaan ini akan muncul jika telah dihadapkan dengan situasi dan kondisi
dimana kita sudah menjamahnya, terlebih sudah cukup akrab lengkap dengan
setting kronologinya. Entah mungkin ternyana dari sebuah novel, sebuah film,
atau sebuah realita sesungguhnya yang berangkat dari sebuah pengalaman yang tak
dinyana tadi, yang akan memetik sebuah nilai kehidupan untuk mengenalkan
bagaimana kebahagiaan itu dapat lahir dari hati orang-orang yang memiliki cinta
yang tulus, dan ini bukan hedonisme. Ini hanya bukti dari sketsa hidup bahwa
kebahagiaan itu sangatlah mudah; tanpa tedeng aling-aling materi atau
glamouritas, cukup hanya dengan rasa syukur. Perlu digaris bawahi, jika kita
mau!





